Pages

Thursday, December 29, 2016

Arung Jeram di Kali Progo Temanggung Seru dan Menantang

Halloooo...

Masa libur sekolah belum selesai kan yak? Kayaknya sih belum, soalnya anak-anak tetangga sebelah pagi-pagi udah pada rajin sepedeaan menuju pinggir jalan raya sambil bawa poster prakaria #OmTeloletOm

Timeline sosial media udah pasti kebanjiran beragam unggahan gambar beserta captionya. Sudah pasti Facebook dan Instagram yang paling rame bagi-bagi hasil perjalanannya ke barat dalam mencari kitab suci tempat wisata. Mupeng ya?
"Hooh"
Karena saya ga mau kalah, pastinya saya juga mau bagiin hasil liburan saya dong, tapi liburan 2 taun yang lalu HAHAHAHA.
Enggak apa-apa belum mubadzir, dua tahun itu bukan waktu yang cukup lama buat seorang jomblo #eh single.


Di postingan sebelumnya saya sudah ngepost tulisan tentang kegiatan rafting di Kali Elo Magelang (Saya baru sadar bahasa tulisan saya formal banget). Nah di tulisan ini gantian saya nulis pengalaman rafting di Kali Progo Temanggung dan tentunya dengan kalimat informal sajah, biar keliatan masih muda awet muda.. Saya coba untuk mengais kembali kenangan naik perahu karet di kali sambil bawa dayung kemudian diceburin sama instrukturnya yang usil. Sebenernya tenggat waktu antara rafting di Kali Elo dan Kali Progo hanya berjarak dua bulan aja sih. Rafting di Kali Elo di Bulan Desember 2013 sedangkan di Kali Progo di Bulan Februari 2014. Okeeeeh here we goes...

Yappp.
Seperti di liburan sebelumnya, rombongan yang beranggotakan Bapak Ibu Guru di kantor tempat saya bekerja dulu sudah berjajar rapi di dalam mobil minibus ELF.

Berangkaaaaat (Ala Tukang Ojek Pengkolan)

Singgah di pom bensin
Leyeh-leyeh dulu
sampe lokasi
Menjelang siang (lupa jam berapa) rombongan sudah sampai aja di basecamp. Sampe sana langsung disambut rombongan mas-mas yang ternyata instruktur raftingnya, ngga ketinggalan juga disambut snack buat sarapan pagi yang langsung ludes tak bersisa. Kalau di Kali Elo kostumnya training seragam kantor punya, nah kalau yang di Kali Progo ini kita kompakan pakai merah-merah.
Tampaknya rombongan berkostum merah ini adalah para ranger merah dari perbagai generasi dan dikumpulkan untuk membasmi monster kali (Maaf Bapak-Ibu Guru kalau baca kalimat ini, cuma guyon hlo).
kompak merah-merah
Beberapa menit setelah perut terisi dengan panganan kecil, satu mobil dan satu angkot yang nganter rombongan menuju starting point rafting. Nggak ada ingatan sama sekali berapa lama perjalanan yang ditempuh dari basecamp ke starting point. Yang diinget langsung nyampe aja walau kayaknya lumayan lama ga nyampe-nyampe (piye karepmu!)

Foto dulu sebelum ambyur

Briefing (ngeblur)

Dadahhhh
Haloooo

Ready Pak?
Perlu diingat kalau misalnya readers mau nyobain rafting di Kali Progo, setidaknya nyoba dulu di Kali Elo  biar ga terlalu kaget menghadapi derasnya arus lalu lintas Kali. Tingkat kesulitan Kali Progo setingkat diatas Kali Elo. Jika diklasifikasikan kedalam kelas/level grade, Kali Elo di Grade II sedangkan untuk Kali Progo masuk Grade III. Karena bebatuannya lumayan besar dan perahu dikelompok saya sempet kesangkut di bebatuan hahahaha.

Berikut informasi grade sungai untuk rafting.

Grade I
Air sungai mengalir tenang dan hanya sesekali diiringi riam kecil. Rintangan seperti batu, pusaran air atau air terjun, jarang dijumpai. Scouting atau pengintaian untuk menentukan lintasan sepertinya tidak perlu dilakukan. Self rescue atau penyelamatan diri relatif sangat mudah untuk dilakukan.

Grade II
Terdapat ombak pada air sungai, meskipun tidak terlalu tinggi. Terdapat rintangan berupa bebatuan, namun jaraknya masih sangat renggang. Scouting masih tidak diperlukan dan self rescue pun masih mudah dilakukan.


Grade III
Terdapat riam-riam yang diiringi gelombang-gelombang yang tidak terduga. Dibutuhkan manuver untuk menghindari rintangan. Scouting diperlukan untuk membantu menentukan lintasan. Meski self recue bisa dilakukan, kadang-kadang dibutuhkan rescue team untuk bersiaga di tepi sungai.

Grade IV
Jeram sudah mulai sulit dan mulai sambung menyambung. Gelombang air bisa mencapai 2 meter dengan variasi kelokan yang cukup tajam. Letak bebatuan cukup berdekatan dengan arus sungai yang liar. Scouting dan manuver cepat sangat diperlukan. Potensi terjadinya kecelakaan cukup besar dan self rescue sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, kehadiran rescue team sangat diperlukan. 

Grade V
Riamnya panjang dan liar serta sambung-menyambung. Arus lebih deras dan jeramnya pun berbahaya. Lintasan dipenuhi oleh batu-batu besar dengan ukuran sungai yang sempit. Dibutuhkan manuver cepat dan rumit untuk mengarungi sungai di grade ini. Self rescue sudah tidak mungkin dilakukan. Apabila terjadi kecelakaan, river rescue sangat sulit dilakukan. Scouting harus dilakukan meskipun cenderung sulit. 

Grade VI
Inilah tipe sungai yang paling sulit untuk diarungi. River rescue sudah tidak mungkin dilakukan. Untuk itu, dibutuhkan persiapan yang benar-benar matang untuk mengarunginya. Secara umum, sungai dengan karakteristik grade VI tidak dianjurkan untuk diarungi oleh para pemula atau anak-anak denga umur di bawah 16 tahun, karena pastinya akan menghadapi banyak rintangan dan tingkat kecuraman yang sangat ekstrim dan berbahaya, dan hanya diperbolehkan dilintasi oleh para peserta arung jeram yang sudah berpengalaman serta profesional.

(Sumber : Link
  
Keliatan sekilas tapi ga bisa diboongin juga sih ya air Kali nya lebih keliatan bagus pas di Kali Elo. Mungkin hari sebelumnya ujan deres kali ya karena airnya lumayan butek agak coklat dan saat itu pun hujan lagi rintik-rintik. Alhamdulillah banget waktu itu ga hujan deres karena kalo hal itu terjadi, ngalamat ga jadi rafting kita.


Ngaso dulu
Gerrrr kung

Ngomong-ngomong kamera yang dibawa cuma satu jadi dokumentasi juga terbatas banget, waktu dibawa mas-mas yang tugasnya jadi tukang poto pun ga bisa bertugas secara maksimal. Because what? Karena akses untuk ke tepi Kali untuk moto-moto ga bisa diakses (ini saya sotoy aja)
Yaa agak kesel juga hasil foto ga ada yang bagus, masa saya keliatan item banget (mbak nyadar mbak, aslinya kan emang item)

Oh iya di kelompok saya dapet instruktur mas-mas berbadan ceking (dua lainnya gendut) yang lumayan galak tapi cengengesan aslinya. Galaknya kayak gini,

"Dayung kiri !!! Kiri Pakkk jangan ke kanan!!!"

Sumpah masnya minta dijitak pake batu Kali.
Ada lagi gini.

Dayung kanan!! Terus dayung kanan!! Saya bilang kanaaan!!!"

Duarrrrrrrrr

Masnya mesem-mesem doang, taunya kita ditabrakin ke batu dan kita mencelat walau yang jatuh cuman saya. Kan kampret.

Nyampe di kedalaman Kali lebih dari dua meter masa jaket pelampung punya saya ditarik trus diceburin ke Kali. Masnya jahat.
Kan saya kaget gelagepan deh biarpun ga tenggelam, sedangkan anggota kelompok saya malah ketawa-ketiwi. Nahasnya beberapa kali saya dikerjain instrukturnya, mentang-mentang saya manis #hmmm kampret kuadrat.







Wajah capek tapi seneng ga terkira, itulah kebahagiaan hakiki.
Finish rafting langsung balik ke basecamp dan mandi-mandi cantik kemudian makan besarrrrr. Pulaaaaaang.


Setelah liat-liat foto diatas, saya jadi kangen sama Bapak-Ibu Guru eniwey. Insya Allah kapan-kapan saya mau silaturahmi ke tempat kerjaan saya yang lama.

Kepada Bapak-Ibu SDN Purwotomo, sungkem sayang dari saya. Matur sembah nuwun atas pengalamannya yang tak terlupakan.

See you again, hepi holidei manteman.
Yang pasti piye banget :D

No comments:

Post a Comment