Pages

Friday, December 26, 2014

Refreshing ke Candi Gedong Songo dan Umbul Sidomukti

Tarif Wisata

Bulan Desember memang identik dengan bulan penuh liburan, selain bulan ramadhan yang identik dengan bulan penuh berkah. Selain untuk refreshing pikiran yang sebelumnya sudah terforsir karena pekerjaan ataupun sekolah, liburan juga bisa digunakan sebagai sarana untuk berkumpul dan bercanda ria bersama keluarga ataupun teman.

Pengalaman hari Senin tanggal 22 Desember 2014 yang bertepatan dengan Hari Ibu kemarin ketika saya berkunjung ke Candi Gedong Songo bersama teman seprofesi. Candi Hindu yang berada di Desa Candi Kecamatan Bandungan Jawa Tengah. Ada 9 lokasi Candi yang berada tersebar di area lereng Gunung Ungaran sangat asri. Selain Candi ada juga lokasi perkemahan, wisata kuda serta pemandian air panas belerang yang bisa kita temui di lokasi Candi Gedongsongo.

Awal perjalanan dari Solo sekitar pukul 8 pagi dengan menggunakan bus pariwisata ber AC yang sangat nyaman dan adem. Kurang lebih 35 orang (termasuk saya) melewati perjalanan demi perjalanan dengan sukacita. Dengan penuh canda tawa kami yang berada dalam bis membuat perjanjian untuk tidak membicarakan pekerjaan. Kami yang didalam bis mengamini perjanjian tersebut, jika ada yang melanggar konsekuensinya adalah diturunkan dijalan (hahahahaha)
gaya dikit

Sampai ditujuan pertama adalah Candi Gedongsongo.
Karena Bus besar tidak diperkanankan masuk di area parkir lokasi, jadi Bus parkir ditempat yang sudah dipersiapkan untuk parkir kendaraan besar yang kira-kira sekitar 500meter dari lokasi.
Cukup melelahkan memang mengingat jalan menanjak yang harus dilewati membuat ngos-ngosan dan berkeringat sebelum sampai di lokasi. Beberapa teman memang mengajak keluarga dan anak-anak kecil yang tidak kuat melewati jalan menanjak sehingga menyewa ojek yang berseliweran dengan biaya murah hanya 5000 rupiah sampai lokasi.
Yahh memang melelahkan sekali baru naik sampai lokasi sudah mandi keringat dan kaki menjadi sangat pegal dan mati rasa. 


Biaya tiket masuk sebesar 7500 rupiah untuk wisatawan domestik dan 50000rupiah untuk wisatawan manca, cukup terjangkau untuk wisatawan lokal.
Beberapa acara perkemahan menyambut dan membuat semarak lokasi Gedongsongo yang berada di ketinggian 1200m dibawah permukaan laut. Cuaca hari itu memang kurang bersahabat, hujan deras selalu mengiringi langkah kami. Jalanan licin dan becek membuat kami harus berhati-hati untuk berpijak dan memilih jalan. Untunglah beberapa dari teman-teman sudah persiapan membawa payung, sedangkan yang lain menyewa payung dari ojek payung sehingga selamat dari guyuran derasnya hujan

Ibu hamil berbaju ungu staminanya luar biasa


Wahai anak cucu, tolong dijaga ya....

I Feel Freeee !!!

Tanjakan demi tanjakan harus kita lewati untuk bisa mencapai Candi 1 hingga Candi ke 9. Akan tetapi hingga candi ke 4 atau 5 (saya lupa) akhirnya saya dan rombongan teman-teman berbelok menuju Hotspring alias mata air pemandian air panas yang mengandung belerang. Udah ga kuat nanjaaaak...

sumber mata air panas sudekat....
Sempat membasuh tangan sedikit dengan air panas, dan airnya memang terbukti panas, tapi bau belerangnya memang sangat menganggu. Semenit setelah saya difoto teman dari atas, hujan deras kembali mengguyur. Kami berteduh di sebuah warung kecl yang sedang kosong tak digunakan pemiliknya untuk berjualan. Sambil bercanda ria kami menunggu hujan sedikit reda dan kami kembali lagi melanjutkan perjalanan menuju loket masuk.
Hujan tak kunjung berhenti sampai kami berada di pendopo besar yang dipergunakan oleh wisatawan lainnya untuk berteduh. Saya dan teman saya (namanya Mbak Firda) memilih berteduh di sebuah warung kecil berjejer yang berjualan makanan kecil serta gorengan hangat. Sempat menikmati beberapa potong mendoan panas dan memesan teh panas untuk mengusir hawa dingin yang mulai terasa di badan.

Tak berapa lama kami kembali lagi menuju bus pariwisata dan berkumpul dengan teman-teman kembali untuk menuju destinasi selanjutnya.

Umbul Sidomukti
Umbul yang berada di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Semarang Jawa Tengah ini sangat bagus. Selain kolam renangnya yang terkenal, tersedia juga berbagai wahana yang sangat menarik. Outbound training, Camping Ground, Pondok wisata dan lesehan ada disini. Jika ingin menguji keberanian bisa mencoba wahana yang memacu adrenalin seperti flying fox, rappeling, dan marine bridge. Menyusuri jalan berlembah menggunakan ATV juga bisa dicoba disini, seru dan menyenangkan.

Ada cerita menarik disini, bus pariwisata yang kami tumpangi memang cukup besar sehingga tidak bisa masuk ke jalan perkampungan menuju lokasi dan berhenti di pinggir jalan (maaf saya kurang tahu nama jalannya). Agar kami bisa menuju lokasi, akhirnya kami menyewa 3 buah angkot dan satu mobil tumpangan dari salah satu teman yang menyusul dengan mobil. Dan belakangan saya baru tahu memang jalan menuju lokasi memang tidak bisa dilewati oleh bus besar dan hanya cukup dilewati minibus, mobil dan kendaraan kecil lainnya.

Sampai di lokasi kami masuk dengan membayar 10.000 ribu rupiah per orang.




Tujuan kami memang langsung berada di kolam renang alam yang super duper mengagumkan. Dua buah kolam bertingkat yang tingkat bawah berkedalaman 0,8 meter dan 1 meter serta kolam bertingkat atas yang berkedalaman orang dewasa.





Bermain sepuasnya hingga sore hari dan tibalah waktunya pulang kembali ke Solo. Mandi dan berganti pakaian kering, lalu kembali naik angkot dan menuju bus. Sekitar pukul 6 sore kami makan malam di sebuah rumah makan di daerah Tuntang Salatiga, beraneka lauk dan sayur disajikan dan kami makan dengan lahap.

Sekitar pukul 8 malam lebih sedikit kami sudah sampai di Solo, Alhamdulillah kami semua pulang dengan selamat. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada Pak Sopir dan pendampingnya yang sudah mengantarkan liburan kami dengan nyaman dan hati-hati.
"Semoga kita bisa bertemu lagi di liburan selanjutnya ya Pak... "

Itulah secuil cerita perjalanan saya dan teman-teman yang menikmati liburan dengan mengunjungi dua tempat di daerah Bandungan Semarang.

Sampai Jumpa !

Yang pasti piye banget :D

2 comments: