Pages

Sunday, August 31, 2014

Rencana dan Mimpi Besar Saya



Usia 24 bagi saya adalah sebuah permulaan untuk melihat dunia lebih luas. Meskipun pemikiran orang-orang disekitar tidaklah sama seperti pemikiran saya. 


Di usia 24 saya baru saja memulai sebuah rencana-rencana besar dalam hidup saya dan berupaya mewujudkannya. Belajar sesuatu yang baru dan memulai suatu hal yang penuh dengan tantangan. Memang kedengarannya seolah terlambat, usia 24 seharusnya saya sudah bisa mencicipi nikmatnya menjejakkan kaki di tanah Bromo, bermandi sinar sunset di Pulau Dewata, atau menari meliuk bersama ikan dan terumbu karang di Lautan Karimun Jawa.  Tapi... tunggu dulu, pepatah mengatakan lebih baik terlambat daripada tidak bukan? Walaupun beberapa dari orang terdekat saya menganggap bahwa saya sudah terlalu tua untuk memulai mimpi dan rencana itu apalagi seharusnya saya sudah bisa menyelesaikan gelar sarjana kemudian mencari pekerjaan yang mapan kemudian menikah.

Apakah itu saja yang bisa dan harus dilakukan seorang gadis kebanyakan? Menurut saya tidak, dan saya tidak ingin mengikuti alur ‘pakem’ seorang gadis biasa. 

Saya memiliki mimpi untuk bisa berkeliling dunia dan tak ingin mimpi membusuk menjadi mimpi belaka. Saya memang belum memiliki pengalaman apapun untuk menjelajah tempat-tempat indah di Indonesia, namun di usia 24 ini saya berusaha untuk mewujudkannya sedikit demi sedikit di tempat-tempat indah di Tanah Air Indonesia.

Kegiatan rutin yang saya jalani selama ini dan sehari-hari seusai pulang dari kantor adalah masuk kamar, menyalakan laptop dan menulis sesuatu tanpa kenal waktu. Saya merasa dunia saya terpusat pada apa yang ditampilkan dalam layar laptop. Tak ingin berpindah kemanapun walau sejengkal kaki. Hingga seolah-olah lupa untuk memberi diri sendiri asupan gizi dan nutrisi. 

November 2013 adalah hal yang merubah semua cara pandang saya terhadap kecintaan terhadap dunia yang teramat luas ini. Dengan menaiki kereta api ketika berangkat ke Jakarta untuk menonton sebuah konser musik dan menikmati perjalanan dari dalam kereta yang terasa menyenangkan, akhirnya saya menemukan sebuah passion baru dalam hidup saya. 

Passion itu bernama Petualangan.

Banyak sekali kenikmatan dan asiknya naik kereta perjalanan jauh yang membuat saya selalu rindu pada goncangan di dalam kereta. Bersosialisasi dengan rekan samping bangku kereta dan saling bercerita tentang kehidupan masing-masing hingga kedekatan itu membentuk sebuah kisah perjalanan yang luar biasa. Pengalaman yang takkan terlupa seumur hidup.

Sebelum berangkat ke Jakarta untuk menonton konser, jauh-jauh hari saya sudah mencoba untuk mengecek tiap hari di website yang menyediakan info tentang tiket dan jadwal keberangkatan pesawat. Saya melihat di web Air Asia yang memberikan promo spesial penerbangan dari Jakarta ke Jogja dengan harga yang sangat terjangkau. Namun apa daya saya terpaksa tak bisa menaikinya walau sebenarnya saya ingin sekali. Jadwal pekerjaan yang terus memaksa saya untuk bisa datang hari itu juga membuat saya waswas jika nantinya penerbangan yang turun di Jogja membuat saya tak bisa tepat waktu di kantor. Jadi dengan berat hati saya mencari maskapai lain dengan rute penerbangan langsung Jakarta – Solo dan tentu saja dengan merogoh kocek yang cukup dalam.

Dengan seringnya saya melihat web air asia, saya jadi semakin tertarik untuk mengunjunginya tiap hari. Apalagi dengan promo-promo yang ditawarkan oleh Air Asia yang membuat jiwa petualang semakin membara.

Saya ingat betul Ayah saya pernah berkata 

“ Pantai Sanur dan Pantai Kuta lebih bagus mana?”

“Semuanya bagus pak, memang ada apa?”

“Suatu saat nanti bawa bapak dan ibu kesana ya. Bapak kepengen lihat pantai di Bali.”


Nyesssss

God, sepenggal kata-kata itulah yang membuat saya ingin sekali bisa mengajak bapak dan ibu serta adik perempuan saya ke bali dengan naik air asia. Keluarga saya bukan tergolong keluarga kaya jadi dengan Air Asia saya optimis bisa membawa keluarga saya kesana dan mewujudkan keinginan Bapak saya. Sepanjang perjalanan hidup saya, memang belum pernah saya memberikan apapun yang membanggakan keluarga. 

Tak bermaksud untuk melanggar kodrat dan kewajiban sebagai perempuan, dengan tulisan ini saya berani untuk mengekspresikan kecintaan saya pada dunia traveling. Dan dengan jiwa pemberani dan mental yang kuat ditambah lagi dengan pendirian yang teguh saya akan berusaha menapaki dan menyentuh cita-cita itu satu persatu. Dan inilah...

Perjalanan baru dimulai....
 

Solo, 31 Agustus 2014

Yang pasti piye banget :D

No comments:

Post a Comment